Dorong Investasi Masuk, BPKM Sebut 11 Ribu TKA Siap Masuk Indonesia - BURUH TODAY

Breaking

BURUH TODAY

www.buruhtoday.com


Post Top Ad

Rabu, 11 November 2020

Dorong Investasi Masuk, BPKM Sebut 11 Ribu TKA Siap Masuk Indonesia


JAKARTA - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat sudah memberikan rekomendasi bagi 6.758 perusahaan untuk melakukan investasi di Indonesia. Melalui investasi ini akan ada sebanyak 11 ribu Tenaga Kerja Asing (TKA) yang akan masuk ke dalam negeri.


Deputi Pengembangan Iklim Penanaman Modal BKPM Yuliot mengatakan, hal tersebut merupakan terobosan BKPM untuk mendorong investasi masuk ke Indonesia.


"Kita berikan rekomendasi ke 6.758 perusahaan yang melakukan kegiatan investasi dan ada sekitar 11 ribu TKA yang akan dipekerjakan," ujarnya secara virtual, Senin (9/11/2020).


Menurutnya, TKA tersebut nanti akan bekerja di berbagai bidang termasuk di bidang perusahaan. Perusahaan tersebut memang membutuhkan TKA dalam melancarkan kegiatan usahanya.


Ia menekankan bahwa semua perusahaan yang mendapat rekomendasi tersebut juga akan menyerap tenaga kerja Indonesia. Ia menyebutkan akan ada sekitar 3 juta tenaga kerja Indonesia yang bisa diserap sekitar 6.000 perusahaan tersebut.


"Terobosan yang dilakukan BKPM, kami berikan rekomendasi ke perusahaan yang lakukan kegiatan investasi, pimpinan perusahaan, direksi dan komisaris dan TKA jalankan bisa masuk dalam laksanakan komitmen investasi," jelasnya.


Lanjutnya, dengan pemberian rekomendasi ini maka diharapkan kedepannya, investasi di Indonesia bisa lebih menggeliat dari saat ini. Apalagi, saat ini sudah didukung dengan adanya UU Cipta Kerja (Ciptaker) yang memberikan kemudahan bagi investor untuk berinvestasi di dalam negeri.


"Dengan adanya UU Ciptaker maka diharapkan birokrasi yang nggak efisien dapat lebih efisien. Implementasi UU Ciptaker akan ada perbaikan iklim investasi dalam perizinan basis risiko rendah, menengah, rendah tinggi, perlakuan perijinan berbeda dan pengadaan lahan tinggi akan ada perbaikan dengan UU Ciptaker," tegasnya.


Sumber artikel https://www.cnbcindonesia.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar