Isdianto : Kekayaan Pariwisata dan Budaya Tanjungpinang Potensial untuk Dipasarkan - BURUH TODAY

Breaking

BURUH TODAY

www.buruhtoday.com

Post Top Ad

Selasa, 22 Oktober 2019

Isdianto : Kekayaan Pariwisata dan Budaya Tanjungpinang Potensial untuk Dipasarkan

TANJUNGPINANG - Ptl. Gubernur Kepulauan Riau H. Isdianto mengatakan bahwa kekayaan pariwisata dan budaya yang dimiliki Tanjungpinang cukup potensial untuk dipasarkan kepada wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Yang terpenting, katanya, harus gencar dan semangat dalam memasarkan. Serta objek yang akan dipasarkan harus ada sentuhan-sentuhan agar lebih menarik.
“Saya selalu katakan bahwa Tanjungpinang punya potensi wisata dan budaya yang tidak dimiliki daerah lain. Terutama Penyengat. Saya sangat yakin hal ini akan bisa mendongkrak minat wisatawan untuk datang berkunjung ke sini,” kata Isdianto di Gedunh Daerah Tanjungpinang, akhir pekan kemarin.
Tidak hanya itu, kuliner di Tanjungpinang juga cukup terkenal. Ditambah lagi kesenian zapin, gazal, olah kata atau pntun hingga kemasyhuran Gurindam 12 juga menurut Isdianto merupakan kekayaan milik Tanjungpinang yang tak terbantahkan.
Kebudayaan di Indonesia, lanjut Isdianto, bukan sebuah produk budaya yang bersifat statis. Melainkan hal yang dinamis yang bisa menyesuaikan zaman.
“Kita harus gencar merefresh budaya kita setiap saat sehingga bisa lebih menarik. Budaya itu tidak statis, namun dinamis. Oleh sebab itu perlu ada kreasi dan sebagainya. Makanya ada tar zapin dan pembacaab Gurindam 12 yang dikreasikan dengan sangat cantik,” ujar Isdianto lagi.
Terakhir, Isdianto mengajak para generasi muda Kepri, terutama pelajar dan mahasiswa agar melek wisata atau sadar akan budaya tempatan. Kemudian menjaga dan melestarikannya melalui inovasi-inovasi terbaru.
Tujuannya agar budaya Melayu tidak stagnan. Tapi terus berkibar seiring dengan kreativitas generasi muda dalam mengkreasikannya.
“Setiap turis yang datang, mereka ingin mengenal budaya kita. Bukan kita justru memberikan tontonan berupa seni dan budaya mereka sendiri disini. Bukan itu yang mereka inginkan,” tegasnya. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar