Jual Bahan Pokok Diatas HET, Cabut Izin Usaha - BURUH TODAY

Breaking

BURUH TODAY

www.buruhtoday.com


Post Top Ad

Kamis, 02 Mei 2019

Jual Bahan Pokok Diatas HET, Cabut Izin Usaha


BATAM - Walikota Batam, Muhammad Rudi akan mengundang distributor untuk rapat. Distributor diundang guna memastikan harga bahan pokok tidak dijual di atas harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.
Hal ini untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan harga menjelang bulan suci Ramadhan dan lebaran Idul Fitri.
“Panggil seluruh distributor. Buat pernyataan berapa harga jual sesuai ketentuan. Setelah rapat nanti jika ada yang masih melanggar cabut saja izinnya,” kata Rudi dalam Rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) di Kantor Walikota Batam, Selasa (30/4/2019).
Pada rapat tersebut Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Batam, Mardanis memaparkan kondisi di lapangan. Menurutnya jelang Ramadhan dan Idul Fitri persedian bahan pokok di Kota Batam aman.
Beras misalnya dari 7.514 ton kebutuhan selama satu bulan, stock tersedia 10.020 ton yang dipasok 27 distributor. Di Bulog menurutnya ada stock sebanyak 1.000 ton dan akan masuk 1.000 ton lagi dalam waktu dekat. Begitu juga dengan gula dari 937 ton kebutuhan, kini tersedia 941 ton yang dipasok oleh 11 distributor.
“Untuk harga gula relatif aman di pasaran karena harga jualnya sesuai HET. Begitu juga dengan terigu dan minyak goreng persediaan aman di pasaran sampai lebaran,” paparnya.
Yang menjadi persoalan di pasaran, sambung Mardanis, harga jual cabai merah tembus Rp 45 ribu per Kg. Kebutuhan cabai merah satu bulan menurutnya 322 ton dan kini stok yang tersedia 408 ton di bulan April.
Cabai yang masuk ke Batam dipasok dari Mataram dan Yogyakarta oleh tiga distributor. Dikhawatirkan setelah panen raya harga cabai bisa meningkat kembali. Kenaikan harga setelah panen raya ini yang harus diantisipasi.
“Cabai dari Medan ada masuk ke Batam, tapi jumlahnya tidak banyak. Untuk harga jual cabai merah ini kenapa naik karena ongkos kargo dari Mataram ke Batam itu 1 Kg Rp 25 ribu dan dari Yogyakarta harga 1 Kg cabai ongkos kargonya Rp 20 ribu dengan harga beli dari daerah asal sekitar Rp 12 ribu per kilo,” jelas mantan Camat Sei Beduk ini.
Untuk bawang putih menurutnya aman dari segi harga karena impor. Pihaknya sudah mewanti-wanti agar distributor tidak menjual di atas Rp 25 ribu. Kebutuhan bawang putih setiap bulannya 189 ton dan ketersediaan bawang putih di bulan April ini mencapai 189 ton yang dipasok oleh 13 distributor.
Untuk harga ayam potong harus menjadi perhatian karena di pasaran dijual dengan harga Rp 40 ribu per Kg. Kenaikan ini menurutnya tidak beralasan karena tidak ada kenaikan pakan, bahkan harga beli ayam di kandang Rp 28 ribu per kilo.
“Perlu Sidak kenapa harganya naik, karena jelang Ramadhan dan idul fitri akan kembali naik,” paparnya.
Untuk harga jual daging sapi baik beku maupun daging segar menurutnya aman dan tidak ada kenaikan. Harga daging beku Rp 85 ribu per kg dan harga daging segar Rp 95 ribu per kg. Harga jual daging sapi menurutnya sudah ditetapkan berdasakan HET.
Sementara komoditas telur di pasar dijual Rp 40 ribu satu papan. Stok yang tersedia di bulan April 3.184 papan. Ia memperkirakan harga akan meningkat jelang Ramadhan dan lebaran.
(humas) 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar