TKW Asal Kediri Meninggal Dunia di Hongkong - BURUH TODAY

Breaking

BURUH TODAY

www.buruhtoday.com

Post Top Ad

Kamis, 21 Februari 2019

TKW Asal Kediri Meninggal Dunia di Hongkong

KEDIRI - Salah satu tenaga kerja wanita atau buruh migran asal Kelurahan Tamanan, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, Jawa Timur, meninggal dunia di Hongkong, Rabu (13/2/2019).

Jenazah wanita yang bekerja sebagai pekerja rumah tangga itu hingga saat ini masih berada di rumah sakit Hongkong. Sedianya, jenazah baru akan dipulangkan ke tanah air pada Sabtu (23/2/2019).

Perwakilan keluarga, Nur Kolis mengatakan, sebelum meninggal, Endang yang menjadi buruh migran sejak 4 tahun lalu itu sempat menjalani perawatan di rumah sakit Hongkong selama 28 hari.

Endang mengalami pecah pembuluh darah. Selama itu pula Endang yang mempunyai seorang anak perempuan di Indonesia itu tidak bisa berkomunikasi karena tak sadarkan diri.

"Sakitnya darah tinggi," ujar pria sepupu Endang ini saat dihubungi melalui sambungan telepon, Kamis (22/2/2019).

Pihak keluarga, lanjut Kolis, awalnya mengetahui kondisi Endang dari agen pemberangkatan tenaga kerja asal Madiun yang memberangkatkan Endang.

Lalu, ditindaklanjuti dengan keberangkatan suami Endang yang menyusul ke Hongkong.

Keberangkatan suami Endang itu, menurut Kolis, juga atas permintaan dari KJRI yang difasilitasi oleh agen yang memberangkatkan Endang.

"Suaminya nyusul ke Hongkong karena rencananya akan ada tindakan medis lanjutan. Sebab, pihak RS juga menunggu persetujuan keluarga," ujar Nur Kolis.

Saat ini, keluarga di Kediri sedang bersiap menyambut kedatangan jenazah Endang. Bahkan pihak keluarga juga sudah menyiapkan lokasi makam yang nantinya akan dipakai Endang.

Sementara itu, Kepala Kelurahan Tamanan Yahya Budijono mengatakan, pihaknya sudah mengetahui adan anggota masyarakatnya yang meninggal di Hongkong.

Bahkan, kata dia, pihak kelurahan juga sudah memfasilitasi pembuatan dokumen-dokumen administratif yang dibutuhkan untuk keperluan pemulangan jenazah.

Dokumen itu misalnya surat keterangan domisili, surat keterangan tidak mampu, hingga surat permohonan fasilitas pemulangan jenazah yang ditujukan kepada LP3TKI Surabaya.

"Semua surat sudah kami siapkan," kata Yahya.

Sumber https://regional.kompas.com


Tidak ada komentar:

Posting Komentar