Perlindungan Buruh Migran Belum Komprehensif - BURUH TODAY

Post Top Ad

Your Ad Spot

Sabtu, 22 Desember 2018

Perlindungan Buruh Migran Belum Komprehensif

Istimewah/net.
JAKARTA - Hingga saat ini, para buruh migran khususnya perempuan masih banyak belum mendapatkan akses keadilan diluar negeri. Pemerintah yang seharusnya bisa melindungi setiap warga negara, belum komprehensif dalam mewujudkan perlindungan terhadap buruh migran. 

Hal ini terlihat dari sejumlah regulasi terkait perlindungan dan jaminan sosial ketenagakerjaan.

"Buruh migran telah menjadi pahlawan devisa karena terbukti mampu menyumbang USD 8 miliar setiap tahunnya. Tapi sayangnya, tidak sebanding dengan perlindungan terhadap diri mereka di luar negeri," ujar Ketua Umum Pengurus Besar Pengusaha Berkarya Rahmat SH di momen peringatan Hari Buruh Migran Sedunia, belum lama ini. 

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di luar negeri juga, kata Rahmat, dilansir dari siaran pers, Jumat (21/12), hanya sebatas memantau, tetapi tidak membantu melindungi penuh hak-hak dan derajat mereka sebagai Warga Negara Indonesia (WNI). Padahal, para buruh migran itu seharusnya berkedudukan sama di mata hukum menurut UUD.

Maka itu, Rahmat menyarankan, perlu ada organisasi berbentuk gugus tugas khusus untuk melindungi buruh migran, selain Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI). Organisasi itu, harus lebih mampu mencegah maraknya kejahatan terhadap buruh migran.

Termasuk, mengantisipasi jatuhnya vonis mati kepada para buruh migran. Sebab, lanjut dia, banyak buruh migran yang terjerat kasus hukum dan akhirnya divonis mati tanpa adanya dukungan hukum dari pemerintah Indonesia.

Belum lagi, buruh migran yang sedang sakit, tapi tidak mampu membiayai mahalnya rumah sakit di luar negeri. Rumah sakit (RS) di luar negeri banyak yang bersikap "hampir seperti penculik". Mereka, kata Caleg DPR Partai Berkarya Dapil Sumsel II itu, ada yang menyandera para buruh migran, sebelum tagihan mereka dilunasi.

"Salah satu contohnya adalah tindakan mulia Ibu Titiek Soeharto yang berhasil memulangkan seorang buruh migran dari RS di Taiwan setelah selama 4 tahun tidak kunjung disembuhkan. TKI itu hanya dibiarkan menetap hingga ditebus atau dilunasi tagihan tersebut oleh keluarganya," jelas Rahmat.

Sebelumnya, sempat diberitakan, Siti Hediati Hariyadi SE atau Titiek Soeharto sukses memulangkan seorang buruh migran bernama Shinta Danuar dari Taiwan. Kabar baik itu disampaikan Titiek Soeharto yang merupakan mantan istri Capres Prabowo Subianto, lewat akun Twitter-nya @TitiekSoeharto, pada Minggu (2/12) lalu.

Shinta Danuar sendiri adalah seorang tenaga kerja wanita (TKW) asal Jakarta di Taiwan, yang lumpuh dan sudah empat tahun terasing. Dia diketahui terserang virus di tulang belakang yang menyebabkan kelumpuhan dan infeksi serta menjalani perawatan di RS Pinghe Hsincu, Taiwan, sejak 31 Desember 2014.

Sumber https://www.beritasatu.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad

Your Ad Spot