Buruh di Negara Brazil Mengamuk - BURUH TODAY


Post Top Ad

Your Ad Spot

Rabu, 07 Desember 2016

Buruh di Negara Brazil Mengamuk

BURUHTODAY.COM - Kisruh akibat krisis anggaran di negara Barzil terjadi. Buruh/pekerja bentrok dengan pasukan anti huru hara Brasil tidak dapat terhindari karena gaji selama berbulan-bulan belum dibayarkan.

Bentrokan terjadi ketika para legislator membahas pemangkasan anggaran besar-besaran untuk mengatasi defisit parah pada anggaran negara bagian Rio. Ratusan buruh yang merupakan pegawai negeri berkumpul di luar gedung parlemen setempat untuk memprotes langkah-langkah tersebut.

Polisi memasuki sebuah gereja dan menembakkan peluru karet dari sebuah jendelanya. Dioses Gereja Katolik Rio memprotes yang mereka sebut sebagai 'invasi' itu dan menegaskan akan menyelidikinya.

Sejumlah orang, dari kalangan demonstran dan polisi, terluka. 'Mempertahankan kemewahan'

Dalam sebuah orasinya, juru bicara Serikat Pekerja Minyak Rio, Ronaldo Moreno, mengatakan bahwa rakyat marah pada mereka yang berada di kekuasaan.

"Sebagaimana Anda lihat di sini, di Brasil para pencuri datang dan pergi di pemerintahan pusat, di pemerintahan daerah, di kongres," katanya kepada Associated Press.

"Rakyat tak tahan lagi. Apa yang terjadi sekarang adalah perlawanan dari para pegawai negeri, yang sebenarnya merupakan perlawanan dari semua orang. Perlawanan terhadap korupsi, terhadap para penjahat, para politikus ini yang berada di legislatif, yang hanya mau bersuara melawan rakyat. Mereka tak mau kehilangan kemewahan mereka."

Sejumlah unjuk rasa berlangsung di luar gedung parlemen selama beberapa hari ini untuk memprotes pemangkasan anggaran. Namun aksi hari Selasa sejauh ini merupakan yang paling diwarnai kekerasan.

Bulan lalu pemerintah pusat membekukan akun-akun bank Rio, memerintahkan negara bagian itu untuk membayar utang-utang mereka yang nilainya berjuta-juta dolar.

Negara bagian Rio menyatakan diri bangkrut menjelang Olympiade Rio, dan mengatakan tak akan sanggup membiayai langkah pengamanan Olimpiade dan tak akan bisa menuntaskan proyek kereta bawah tanah Metro.

red / Tribunnews.com

Post Top Ad

Your Ad Spot