Home » » Lowongan Minim, Warga Batam Pilih Jadi Kurir Togel Online

Lowongan Minim, Warga Batam Pilih Jadi Kurir Togel Online

Di Edit oleh admint dan BERITA BURUH | Kamis, 22 September 2016

Screen Shoot judi togel online di Batam.
Batam,Buruhtoday.com - Angka pengangguran yang terus meningkat di Batam, membuat warga ambil jalan pintas, salah satunya bekerja menjadi kurir togel online.Kurir tersebut siap menjemput uang nasabah berdasarkan pesanan via online.

Begitu pun dengan warga yang menganggur, mereka kini memiliki pekerjaan lain yaitu pemain judi togel. Karena para pemain atau istilahnya nasabah togel punya setitik harapan, dengan modal kecil bisa mendapat untung besar tanpa harus kerja di perusahaan.  

Jika selama ini permainan togel alias toto gelap dilakukan secara manual dengan metoda tulis kupon, namun kini telah menjelma begitu canggih dengan sistem aplikasi online.  

Dengan perangkat teknologi canggih tersebut, tentunya makin memanjakan para bandar judi dengan calon nasabah togelnya. Ditopang lagi tingginya minat masyarakat pada permainan untung-untungan tersebut.  

Hal tersebut dimanfaatkan sekolompok cukong alias bandar judi yang biasa beroperasi di Batam. Mereka makin bersemangat dalam memasarkan bisnis haramnya hingga ke pelosok Batam.  

Penelusuran di lapangan nyaris hampir seluruh warung-warung kopi yang ada di komplek pemukiman penduduk dan persimpangan jalan, terang-terangan menjajakan togel online kepada warga.  

“Berapa nomor tadi sore, kalau malam ini berapa CK,” ujar seorang pengunjung warung bertanya kepada rekannya di warkop Simpang Kaveling Baru Sagulung, Kamis (29/9/2016) malam.  

Menurut seorang warga istilah CK sudah asing lagi bagi nasabah togel. Dimana CK dimaksud singkatan dari “Cari Kawan” nomor yang akan disandingkan dengan nomor perkiraan dari yang akan dipasang oleh nasabah togel.  

Bukan rahasia umum lagi, bisnis judi togel online di Batam basisnya berada di Singapura, Penang, Hongkong dan Makau. Nah, jaringan judi togel di Batam tersebut diperkirakan mampu meraup untung miliaran rupiah dalam per hari.  

“Pertanyaannya, kenapa bisnis ini bisa berjalan mulus di Batam. Tidak perlu disebutkan, anak TK saja sudah kenal siapa penegak hukum. Titik,” ujar Alex seorang warga Sagulung. (tim)
Share this post :

Facebook Comments