Home » » PHK di PT Chevron Pacifik Hingga April 2016 Mencapai 806 Karyawan

PHK di PT Chevron Pacifik Hingga April 2016 Mencapai 806 Karyawan

Di Edit oleh admint dan BERITA BURUH | Rabu, 04 Mei 2016

Pekanbaru,Buruhtoday.com - Perusahaan multinasional asal Amerika Serikat di Indonesia yakni PTChevron Pasific, telah melakukan Pemutusan Hubungan Kerja(PHK) kepada 806 karyawan dari rencana pengurangan total 1.600 karyawan hingga April 2016.

"PHK jalan terus. Jadi kemarin itu menurut laporan perusahaan (Chevron) sudah 806 orang yang ambil PHK," ujar Ketua Serikat Buruh Muslim Indonesia (Sarbumusi) Basis Chevron Pacific Indonesia Riau, Nofel, di Pekanbaru, Rabu(4/5/2016).

Jumlah karyawan yang di PHK tersebut, katanya, berdasarkan pengurangan yang dilakukan perusahaan multinasional pada sektor minyak dan gas bumi (migas) dalam dua bulan terakhir baik di Provinsi Riau dan Pulau Kalimantan.

Meski demikan, Nofel mengaku belum mendapat data akurat berapa jumlah karyawan Chevron di Kalimantan yang terkena PHK selama bulan April.

"Ini kita belum dapat data yang akurat tentang di Riau berapa dan Kalimantan berapa. Karena sekarang ini, sangat dirahasiakan betul oleh perusahaan. Kalau kemarin sudah disampaikan perusahaan itu dalam rapat," katanya.

Menurut data pihaknya, terdapat 740 orang karyawan, terdiri dari 500 orang lebih pekerja di Kalimantan dan sekitar 200 orang pekerja di Riau terkena PHK sampai akhir Maret 2016.

Chevron miliki total karyawan berjumlah sekitar 6.500 orang di Indonesia dan mengantungkan hidup pekerja serta keluarga dari sektor migas.

"Sedangkan yang bulan April ini, disampaikan dalam rapat kemarin atau sewaktu klarifikasi di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigasi. Tapi berapa di Kalimantan dan Sumatera, tidak disampaikan," ucap dia.

"Yang 700 orang sudah selesai, sedangkan sekitar 100 orang lebih lagi dalam proses pembayaran," terang Nofel.

Sementara itu,  Kepala Komunikasi Chevron di Riau Tiva Permata yang coba dihubungi Antara melalui telepon genggam, terdengar nada sambungan aktif, tapi tidak menjawab

Sedangkan pesan singkat (sms) yang dikirim melalui telepon genggam bersangkutan, sampai berita ini diturunkan, tidak ada jawaban.

Senior Vice President, Policy, Government, and Public Affairs Chevron Indonesia, Yanto Sianipar sebelumnya mengatakan, perusahaan migas tersebut kini tengah melakukan kajian terhadap semua model bisnis dan operasi.

"Latar belakangnya bukan hanya karena harga minyak yang rendah, melainkan sejak tahun lalu kami sudah melakukan tinjauan terhadap bisnis dan operasi di lapangan," katanya.

sumber Antara.com
Share this post :

Facebook Comments