Home » » Disperindag ESDM Batam "Bungkam" Atas Peredaran Gula Rafinasi di Pasar Tradisional

Disperindag ESDM Batam "Bungkam" Atas Peredaran Gula Rafinasi di Pasar Tradisional

Di Edit oleh admint dan BERITA BURUH | Senin, 25 April 2016

Batam,Buruhtoday.com -  Dugaan adanya gula rafinasi beredar dikawasan pasar tradisional Batu Aji, Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Energi Sumber Daya Mineral (Disperindag-ESDM) Kota Batam terkesan cuek dan enggan memberikan komentar kepada media.

Marjohan, petugas jaga di kantor Disperindag-ESDM Batam menyebutkan, Kepala Dinas Rudi Sakyakirty sedang berada diluar kota dan tidak bisa dikonfirmasi.

“Bapak sedang ke Jakarta, balik besok,” ujarnya kepada AMOK Group,Senin(25/4/2016) pagi.

Marjohan juga mengatakan seluruh pejabat yang berwenang di Disperindag ESDM tidak bisa dikonfirmasi karena belum mendapat perintah dari Kepala Dinas.

“Semua Kabid tidak bersedia memberikan statment mas, karena belum ada perintah dari atasan,” ujarnya.

Kabid Perdagangan Dalam Negeri, Muhammad Zein yang sedang berada diruangannya juga menolak ditemui wartawan.

“Beliau ada, tapi tidak bisa ketemu hari ini,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya gula Rafinasi untuk industri produksi PT BMM Serang-Indonesia beredar di pasar tradisional Batu Aji, Batam, Kepulauan Riau untuk komsumsi rumah tangga.

Padahal berdasarkan Surat Keputusan Menteri Perdagangan dan Perindustrian nomor 527/MPT/KET/9/2004 disebutkan peredaran gula rafinasi hanya diperuntukkan bagi industri makanan dan minuman, termasuk farmasi, dan tidak diperuntukkan bagi rumah tangga.

Informasi lapangan, satu kontainer gula Rafinasi tersebut diduga telah disalurkan melalui beberapa grosir yang ada. Ironisnya, gula rafinasi ini di jual secara eceran agar tidak mudah diketahui.

“Gula Rafinasi baru beberapa hari ini beredar di pasar Aviari ini,” ujar SR salah karyawan distributor sembako di Batam, Kamis(21/4/2016) siang.

Dia mengatakan sekitar 1 kontainer gula rafinasi telah beredar di kawasan Batu Aji. “Beberapa pedagang grosir mengembalikan gula rafinasi tersebut karena tak sesuai pesanan,”jelasnya.

Menurutnya pihak yang mendistribusikan gula rafinasi tersebut adalah PT SB yang beralamat di kawasan Bengkong, Batam.

(red/dro)
Share this post :

Facebook Comments