Home » » PT IOT Indonesia Karimun Diduga Langgar UU Ketenagakerjaan.

PT IOT Indonesia Karimun Diduga Langgar UU Ketenagakerjaan.

Di Edit oleh admint dan BERITA BURUH | Senin, 01 Februari 2016

Puluhan Tangki proyek PT IOT Indonesia.(Int)

Karimun,Buruhtoday.com - Perwakilan karyawan PT Indian Oil Tangking Indonesia mendatangi kantor Dinas Tenaga kerja Kabupaten Karimun. Pasalnya, sebanyak 32 karyawan dikontrak berulang-ulang tanpa ada status yang jelas.

PT IOT Indonesia yang berlamat di Jalan Teluk Paku, Rt 002,Rw 002, Kelurahan Pasir Panjang, Kecamatan Meral Barat, merupakan perusahaan yang mendapat proyek Oil Tangking milik negara Jerman  untuk pembuatan Storage tangki.


Salah satu karyawan berinisial Z, mengaku sudah melaporkan PT IOT Indonesia ke Disnaker Kabupaten Karimun terkait PHK bertahap yang sudah dilakukan pihak managemen.

"Hari ini, ada 3 teman kami yang di PHK begitu saja Pak," kata Z kepada Buruhtoday.com, Senin(1/2/2016) melalui via telepon.

Ia juga menyebutkan pihak managemen memberikan kontrak kerja pada seluruh karyawan berulang-ulang  dengan masa kontrak 3 bulan, selama 1 tahun lebih. Dan perusahaan juga tidak melaporkan perjanjian kontrak kerja tersebut ke bidang pencatatan kontrak kerja di Disnaker.

"Tadi saat saya lapor, katanya pihak Disnaker besok (selasa-red,) akan segera melakukan panggilan pada pihak perusahaan." ujarnya.

Menurutnya, apabila Disnaker Karimun dalam waktu dekat tidak melakukan pemanggilan pada perusahaan, maka dia dan karyawan lainnya akan melaporkan permasalahan yang mereka alami ke DPRD dan pemerintah Karimun.

"Ya, semoga kasus ini dapat diselesaikan secara mediasi oleh Disnaker. Kalau tidak bisa juga, kami akan lapor ke DPRD Karimun. tegasnya.  

Informasi yang berkembang dilapangan, pemutusan hubungan kerja(PHK) bertahap yang dilakukan managemen perusahaan, karena pekerjaan proyek tersebut sudah hampir rampung. Dan saat ini sudah ada 30 unit tangki yang selesai.

Hingga berita ini di unggah, Ifkar selaku Hrd PT IOT Indonesia belum dapat dikonfirmasi. (red/gordon).






Share this post :

Facebook Comments