Home » » Curhat Mr Joki Dari Gedung DPRD Batam ( 2 )

Curhat Mr Joki Dari Gedung DPRD Batam ( 2 )

Di Edit oleh admint dan BERITA BURUH | Minggu, 31 Mei 2015

Batam,Buruhtoday.com - Hal menarik berikutnya dari penuturan Mr. Joki kepada Amokgroup adalah jenis – jenis potensi ( uang masuk –red ) yang bisa di hasilkan dari kegiatan Sekretariat Dewan di Gedung DPRD Kota Batam.

Menurut Mr. Joki, semua hal di Gedung Dewan di upayakan agar memiliki potensi uang masuk.Dan semua itu di lakukan dengan cara mark up ataupun manipulasi. yang maksudnya, kalau tidak bisa di mark up maka di manipulasi, pada umumnya dari sisi adanya penambahan fiktif untuk pos atau kegiatan tertentu. kata Mr. Joki memulai penuturannya.

Salah satu yang paling kerap di mark up adalah dari pos publikasi ataupun humas terkait dengan alokasi anggaran untuk iklan di berbagai media. Sebagaimana halnya kasus Bansos yang sangat erat terkait hubungannya dengan manipulasi data, baik data penerima bantuan yang ternyata tidak pernah menerima tetapi dalam laporan menerima aliran dana Bansos. Hal ini jugalah yang terjadi menurut Mr. Joki dalam pos anggaran Humas di Sekretariat Dewan Kota Batam.

“Jadi media yang biasanya di jadikan bulan – bulanan adalah media yang menerima anggaran iklan contoh satu juta, tetapi dalam laporan ke dalam anggarannya yang jumlah jauh lebih besar dari yang diterima. Bahkan yang lebih parahnya lagi ada media yang menerima berkali lipat lebih besar kerja samanya. dan selisih semuanya itu masuk ke kantong pribadi. dan seluruh staff pasti kecipratan, tetapi nilainya tidak seberapa.

"Yang kenyang itu para pejabat nya pak, kalau staff hanya dapat cipratan yang tidak seberapa.“ kata Mr. Joki sembari menyebutkan beberapa nama media yang di ketahuinya mendapatkan perlakuan seperti ini.

Selanjutnya, terkait dengan masalah kerja para Joki,  Mr. Joki menjelaskan bahwa potensi untuk masalah ini tidak bisa di dapat dari anggota Dewan langsung.  Anggota dewan menurut Mr. Joki pantang jatah kunkernya di kurangi. Baik dari uang lunsum maupun uang transport dan sejenisnya yang akan di minta sesuai dengan anggaran. 

Anggota dewan pada umumnya hanya menyiasati, itupun kalau mereka mau – bagaimana caranya agar bisa ada uang masuk. “kadang dari tiket pesawat, harusnya jatahnya mungkin kelas bisnis, mereka tukar ke kelas ekonomi. Kan ada uang masuk juga tuh. Itu juga kalau mereka mau. “ demikian Mr. Joki menjelaskan.

Yang bisa di lakukan untuk menghasilkan potensi ketika terjadi kunker anggota dewan, menurut Mr. Joki adalah dengan mengutak atik pos staff pendamping. Setiap kunjungan kerja anggota Dewan menurut Mr. Joki akan di damping staff pendamping. Permainannya adalah dalam jumlah staff yang berangkat dan biaya mereka selama melakukan pendampingan.

 “Biasa Staff pada umumnya di suruh mencari hotel yang murah meriah, tetapi nanti laporannya menginap di hotel mahal. Kadang staff yang berangkat dua orang, dalam laporan menjadi tiga orang atau lebih. Yang satu orang di jadikan potensi. “ lanjutnya Mr. Joki membeberkan.

Mendengar cerita Mr. Joki membuat tim amokgroup tergeleng – geleng. tetapi karena takjub. Jikalah benar apa yang di katakan oleh Mr. Joki, maka betapa “barbar” nya permainan di Sekretariat Dewan. Media di kadalin, Staff staff di tekan sedemikian rupa, sudah itu masih kurang juga. Masih ada juga perjalanan dinas fiktif.(red/Amok)
Share this post :

Facebook Comments