Dugaan Korupsi Disnaker Batam Terkait Dana Pelatihan Tenaga Kerja Makin Terbukti - BURUH TODAY

Breaking

BURUH TODAY

www.buruhtoday.com


Post Top Ad

Kamis, 29 Januari 2015

Dugaan Korupsi Disnaker Batam Terkait Dana Pelatihan Tenaga Kerja Makin Terbukti

Batam,Buruhtoday.com  – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam tidak transparan mengenai dana pelatihan keterampilan produktivitas tenaga kerja pada tahun 2014 lalu, pasalnya data anggaran pelatihan tenaga kerja tersebut seakan ditutup-tutupi, hal itu terbukti dari keterangan yang disampaikan Kabid Pelatihan Disnaker Batam yang berbeda-beda, sehingga diduga bahwa pelatihan tersebut ada perselingkuhan .

Dana yang dialokasikan Pemerintah Kota Batam dari APBD untuk pelatihan keterampilan produktifitas pekerja dan pencari kerja pada Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Batam pada tahun 2013 - 2014 harus dipertanyakan .?

“Kami tidak pernah diberitahu apalagi dilibatkan,” kata salah seorang aktivis buruh yang minta tak disebutkan identitasnya, Senin (26/1). 

Bahkan dia menuding pelatihan tersebut dimanfaatkan oleh oknum-oknum serikat buruh tertentu yang berkolaborasi dengan oknum Disnaker Batam.

“ Kita minta Disnaker Batam transparan dalam pelatihan itu, jangan membawa-bawa serikat buruh, tetapi buruh tak pernah dilibatkan,” kecamnya.

Sementara Kepala Dinas Tenaga Kerja, Zarefriadi melalui Kabid Pelatihan produktivitas tenaga kerja Maudi Vera Mantang, Senin(26/1) saat dimintai keterangan terkait data-data pelaksanaan program tersebut yang disinyalir menggunakan dari pungutan Izin Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing (IMTA) belum bersedia memberikan data-data lembaga pelaksana pelatihan tenaga kerja ,dan juga data rill pengeluaran biaya pelatihan dari keseluruhannya.
Maudi hanya memberitaukan besaran biaya global dari anggaran pelatihan tersebut, yakni sebesar Rp 2,8 miliard yang dipergunakan untuk melakukan pelatihan tenaga kerja dalam dua program yaitu pelatihan meningkatkan keterampilan tenaga kerja dan pelatihan untuk pencari kerja, dua program ini melibatkan sebanyak 580 orang peserta.

Namun saat ditanya seberapa besar biaya untuk satu orang peserta yang mengikuti pelatihan tersebut, Maudi menjelaskan dana sebesar Rp 2,8 Miliard itu kita habiskan pada dua program tersebut,

" Apa sampai sedetil itu pertanyaan nya, seperti mau meng-audit saja kalian," kata Maudi sembari seperti emosi.

Sedangkan pembanyaran pada lembaga pelaksana pelatihan tenaga kerja, hal itu dilakukan oleh bendahara PAD langsung, tidak melalui kita. jadi dana 2,8 Miliar tersebut kita gunakan kesitu semua.

 “ Ya, intinya  dana itu kita habiskan kesitu semua . “ jelasnya.

Setelah itu menjelaskan keterangannya, Maudi pun menyarankan pada tim AMOK agar datang kembali ke esokan harinya untuk mengambil data yang dimaksud tersebut di ruang kerjanya atau pada salah satu staf nya. 

Dua hari berselang dari yang disarankan Maudi, tim AMOK kembali konfirmasi ulang  soal data-data yang diminta, salah satunya adalah data riilnya pengeluaran pelatihan tersebut, tapi Maudi Vera bersikeras tak mau membukanya. dengan alasan,

"Gak mungkin lagi kan kita buka berkas-berkas yang sudah lama disimpan hari ini, dan untuk sekarang  kami belum bisa memberikannya " katanya.

Namun Maudi juga  terkesan plin-plan dalam memberikan keterangan terkait biaya dan jumlah tenaga kerja yang ikut pada pelatihan itu.  Dia pun berdalih bahwa data yang sebelumnya diberikan kepada AMOK itu masih belum lengkap.

 “ Kemarin kan saya ngitungnya nggak pakai kalkulator. Dan saya hanya melihat dari kertas ini, karena staf saya kemarin sudah pulang,” ujar Maudi sembari menunjukkan kertas yang dimaksud di ruang kerjanya, Rabu (28/1/2015).

Seperti yang telah disampaikan diatas dalam keterangan sebelumnya, Maudi menyampaikan bahwa dana pelatihan tenaga kerja tahun 2014 ada sebesar Rp 2,8 miliar. Dana tersebut dipergunakan untuk melatih 580 tenaga kerja.

Sementara siang tadi Maudi mengungkapkan jika biaya yang telah dihabiskan pada proyek pelatihan tenaga kerja tahun 2014 mencapai Rp  4.531.644.500. dan Dana itu dihabiskan untuk melatih 1.050 tenaga kerja.

Anehnya, dia juga pernah menyampaikan data kepada salah media lokal di Batam, bahwa anggaran pelatihan tenaga kerja tahun 2014 totalnya mencapai Rp 1,9 miliar untuk 490 tenaga kerja. Hal ini patut diduga benar adanya penyelewengan dana pelatihan tenaga kerja tersebut.

“ Nggak mungkinlah saya menyelewengkan anggaran tersebut. Dan saya juga mau meluruskan dengan apa yang sudah saya katakan sebelumnya, bahwa data yang benar adalah data hari ini,Rabu(28/1) “ katanya.

Dia juga membantah hal pernyataan oknum serikat buruh yang mengatakan tidak pernah dilibatkan dalam hal pelatihan tenaga kerja ini,

“ Ada empat serikat buruh mereka semua saya libatkan, seperti pak Saiful Badri (SPSI), Yoni (SPMI), terus Heri saya lupa dari serikat mana. Jadi tidak benar kalau pelatihan itu tidak transparan atau diselewengkan,” pungkas Maudi. (red/amok)