Home » , , » Persiapkan Diri Menyambut Kenaikan BBM

Persiapkan Diri Menyambut Kenaikan BBM

Di Edit oleh admint dan BERITA BURUH | Rabu, 05 November 2014

Samarinda,Buruhtoday.com - Program pemerintah terkait kenaikan harga BBM hingga sebesar Rp 3000 menjadi dilema terhadap seluruh masyarakat Indonesia, misalnya di Kaltim, yang paling banyak atas penolakan kenaikan harga BBM tersebut adalah dari kalangan buruh,sopir angkut,hinggga masyarakat yang berpenghasilan menengah ke bawah.  

Pasalnya, dengan naiknya harga BBM berimbas kepada kenaikan harga sembako, jasa hingga produk dan barang. Mengingat perusahaan harus mengeluarkan biaya lebih besar dari sebelumnya.
 
Lantas tanggapan atas kenaikan harga BBM tersebut dilontarkan salah satu anggota DPRD kaltim, Ali Hamdi, Pemerintah pusat seharusnya seharusnya mengkaji ulang rencana tersebut, mengingat belum lama tarif dasar listrik dan gas elpiji telah naik. Artinya, jika pemerintah mengeluarkan kebijakan naiknya harga BBM dikhawatirkan masyarakat kian terpuruk.
 
“ Pemerintah masih menunda kebijakan kenaikan BBM, rencana awal November. Ini merupakan hal positif, tetapi pemerintah daerah khususnya Kaltim harus melakukan persiapan sebelum kebijakan tersebut benar-benar diterapkan,” kata Ali.
 
Ditambahkannya, Pemprov Kaltim harus melakukan persiapan dengan duduk satu meja antara SKPD terkait, seperti Kadin, pemerintah kabupaten/kota, dan pihak terkait lainnya membicarakan bagaimana Kaltim mempersiapkan diri.
 
 “Kalau pemerintah tidak mengambil langkah konkret dengan cepat, dipastikan terjadi ketidakstabilan ekonomi di daerah. Terutama bagi ekonomi kelas menengah ke bawah, terlebih terhadap kemampuan daya beli masyarakat,” jelas Ali.
 
Menurutnya, banyak dampak besar yang akan terjadi jika kebijakan tersebut benar-benar terealisasi. Apalagi Kaltim baru menentukan upah minimum provinsi 2015. Artinya dengan kenaikan tersebut ditambah peningkatan harga BBM secara signifikan, menambah beban perusahaan. Pada akhirnya dikhawatirkan menimbulkan banyaknya PHK.
 
“Belum lagi mereka yang berada di wilayah perbatasan dan pedalaman yang hingga saat ini belum merasakan kemerdekaan listrik yang sehari-harinya harus menggunakan mesin genset dengan beban biaya lebih tinggi. Bagaimana jika kenaikan tidak dibarengi kesiapan matang dari pemerintah daerah,” pungkasnya.(kaltim post online)
Share this post :

Facebook Comments