Home » » Kasus Suap Disdik Rp 200 juta Ke Oknum Dprd Batam Komisi IV, Terkesan Makin Tenggelam.

Kasus Suap Disdik Rp 200 juta Ke Oknum Dprd Batam Komisi IV, Terkesan Makin Tenggelam.

Di Edit oleh admint dan BERITA BURUH | Jumat, 06 Desember 2013




Batam, Buruh Today - Perseteruan antara Antara Rosmini simorangkir dan anisial DTW dalam kasus yang diduga kasus penyuapan sebesar 200 juta yang dilakukan Oleh pihak Disdik kepada salah satu oknum Anggota Komisi IV Dprd kota Batam beberapa waktu yang lalu diduga makin senyap.

Terkait hal itu , Rosmini Simorangkir menyangkal, katanya proses itu masih terus berjalan, " tadi saya baru di panggil " ,katanya singkat via celularnya pada media ini.

Bahkan Rosmini Simorangkir mengaku dirinya siap menjadi saksi kasus penyuapan tersebut,dan akunya lagi masih menyimpan rekaman tersebut." saya siap jadi saksi " tambahnya lagi.

Adanya perselisihan diantara kedua wanita yang masih satu komisi ini,ditenggarai atas beberan Rosmini pada media   yang mengatakan dan menuding temannya  yang berinisial DTW telah meminta uang dari Dinas Pendidikan (Disdik) di awal tahun 2013 sebesar Rp 200 juta,dan menurut Rosmini itu adalah tindakan pemerasan.

Munculnya kasus tersebut kepermukaan diduga ada yang saling menekong,Menyikapi kasus dua Srikandi ini, Pendiri Kepri Brantas Korupsi KH .M.Asim Tuban berpendapat dan menyikapi, itu hanya masalah kue saja.

" Memang ,saya terus ikutin perkembangan masalah itu,tapi sekarang sepertinya sudah adem-adem saja,dan kenapa itu bisa mencuat ke publik, kemungkinan bagi kuenya enggak rata,jadi diduga itu masalahnya, jadi kalau sudah begini , siapa yang harus disalahkan,namanya uang siapa yang enggak mau, dan setahu saya tahu kasus ini sudah sangat berlarut ,dan belum ada tindakan hukum yang dikenakan kepada pelakunya, Kejari juga sangat lamban menanggapi kasus ini ,yang jadi pertanyaan kenapa,ada apa ?, Kalau memang nantinya kasus ini seperti di biarkan ,Kepri Brantas korupsi  (KBK) akan meneruskannya ke KPK , jadi kalau dilihat dari sisi positifenya orang yang seperti itu sebenarnya sudah tidak layak lagi dipertahankan,Mendingan dipecat saja kalau tidak mengundurkan diri,dari pada malu-maluin,kecewa dong orang yang memilihnya kasian masyrakat yang percaya kepada selama ini,kalau toh kelakuannya seperti untuk apa dipertahankan lagi ". jelas KH.M.Asim Tuban.

Sebelum beranjak ,KH.M.Asim Tuban juga menambahkan, " Kasus ini tidak biasa dibiarkan begitu saja,dan berharap segera diadili siapa-siapa pelakunya,kasian masyarakat yang percaya selama ini.Jadi semua Para penegak hukum itu harus bekerja secara Propesional dan maksimal ,agar orang yang ingin berbuat seperti itu harus mikir seribu kali " Tutupnya.

Edit -Admint.
Share this post :

Facebook Comments