PT ASL Shipyard "Bungkam" Terkait Ratusan Buruh Asal Luar Batam Yang Dipekerjakannya - BURUH TODAY


Post Top Ad

Your Ad Spot

Senin, 08 Januari 2018

PT ASL Shipyard "Bungkam" Terkait Ratusan Buruh Asal Luar Batam Yang Dipekerjakannya

BATAM - Terkait ratusan buruh asal luar Batam yang bekerja di galangan kapal milik PT ASL Shipyard Tanjung Uncang yang disinyalir belum mengantongi izin dari Disnaker Kota Batam. Manajemen PT ASL Shipyard disinyalir "Bungkam" pada media.

"Tunggu disini aja bang, saya akan miscall komandan saya dulu." Ungkap salah satu security yang bertugas di pos satu pintu gerbang masuk Senin (8/1/2018) siang tadi.

Setelah menunggu sekitar 10 menit, sang security tersebut pun kembali menyarankan agar awak media ini kembali keesokan harinya. Sebab, komandan yang dihubunginya tak kunjung mengangkat telepon.

"Kalau apa besok saja kembali, atau bapak bisa buat pesan nanti saya akan sampaikan ke pimpinan agar menghubungi bapak," ungkapnya dengan memberikan sebuah buku dan pena untuk mencatat kepentingan apa menemui manajemen.

Sementara itu, hingga berita ini diunggah manajemen PT ASL Shipyard belum juga memberikan tanggapan. Dan dari Disnaker Batam serta Pengawasan Disnaker Provinsi Kepri wilayah kerja Kita Batam belum dikonfirmasi.

Diberitan sebelumnya, Ratusan buruh yang didatangkan dari luar Batam untuk bekerja membersihkan limbah (taik minyak) disalah satu kapal yang berlabuh di PT ASL Shipyard tentu saja melukai hati para buruh di kota Batam.

Pasalnya, ratusan buruh yang dipekerjakan tersebut didatangkan dari luar Batam yakni pulau Jawa dan pulau Karimun. Selain itu, ratusan buruh tersebut juga tidak mengetahui nama perusahaan yang mempekerjakan mereka.

Menurut informasi yang diperoleh awak media ini dari para buruh Batam di daerah Tanjung Uncang, ratusan para buruh luar Batam tersebut tinggal di beri tempat tinggal di ruko Walet yang tidak jauh dari PT ASL Shipyard.

"Siapa yang ngak sakit hati bang melihat seperti ini, kita orang Batam malah menganggur dan hanya menjadi penonton saja. Tiap hari kita selalu ronda keliling seperti orang gila nyari kerjaan, tiba-tiba kita lihat ada banyak orang dari luar Batam yang kerja." ujar Ucok, salah satu buruh di luar PT ASL Shipyard, Sabtu (6/1/2017).

Sembari demikian, saat awak media ini menyambangi para buruh luar Batam yang baru saja keluar dari lokasi PT ASL Shipyard, para buruh tersebut terlihat ketakutan. "Cari siapa bang, kita dari Karimun kalau nama perusahaan yang mempekerjakan kita, tanyakan saja sama bos atau ke PT ASL," katanya, sembari langsung pergi.

Diwaktu yang sama, awak media ini pun kembali menemui salah satu buruh yang ada dilokasi ruko walet yang dijadikan mes atau tempat tinggal para buruh asal luar Batam tersebut. Buruh yang ditemui awak media ini pun mengaku berasal dari pulau Jawa, mereka dipekerjakan sejak pertengahan Desember 2017 lalu, untuk meng-cleaning tangki kapal.

"Kita ada sekitar 60-70 orang disini, asal kita dari Pulau Jawa Mas. Kalau nama perusahaan kita ngak tau, soalnya yang bawa kita mandor. Dan kalau mengenai upah/gaji, kita sistim borongan. Dan sampai saat ini kita belum tau berapa upah yang kita dapat, sebab borongannya per tangki." katanya.

Hingga berita ini di unggah, pihak manajemen PT ASL Shipyard dan Pengawasan Provinsi wilayah kerja Kota Batam belum dikonfirmasi.

red/don.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad

Your Ad Spot