Home » » Ini Harapan Pemko Batam Pada Kemenaker Terkait BLK

Ini Harapan Pemko Batam Pada Kemenaker Terkait BLK

Di Edit oleh admint dan BERITA BURUH | Jumat, 14 Oktober 2016


Batam,Buruhtoday.com -  Walikota Batam Muhamad Rudi, SE berharap Kementrian Tenagakerja segera memproses penyerahan alokasi lahan Balai Latihan Kerja (BLK) dari Badan Pengusahaan (BP) Batam segera di proses. 

"Sekarang dari BP lahan itu diserahkan ke Kementerian Tenaga Kerja. Surat penyerahan sudah ditandatangan dan sedang proses penyerahan administrasi lainnya. Setelah penyerahan, menteri akan bangun lagi BLK-nya. Setelah selesai kita akan minta diserahkan ke kita," kata Rudi usai peninjauan Balai Latihan Kerja di Batuaji, Jumat (14/10).

Peninjauan BLK ini dihadiri Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri dan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi Asman Abnur, serta perwakilan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dan BP Batam. Rombongan meninjau kondisi fisik BLK, mulai dari workshop, asrama, hingga ruang serbaguna.

Hanif mengatakan peninjauan ini berawal dari diskusi antara ia dan Asman. Pada diskusi di Jakarta tersebut Asman bertanya bagaimana caranya calon tenaga kerja ataupun tenaga kerja di Batam untuk bisa dapatkan akses lebih baik terhadap pelatihan kerja.

"Di sini ada BLK yang dibangun tapi karena satu dan lain hal tidak bisa memprodukai SDM. Dan sekarang sedang proses penyerahan dari BP ke Kementerian Tenaga Kerja. Pada prinsipnya yang kita dorong di daerah adalah peningkatan kualitas SDM di tengah era kompetitif seperti sekarang," kata Hanif.

Menteri dari Partai Kebangkitan Bangsa ini mengatakan pada 2030 Indonesia diprediksi menjadi negara dengan ekonomi terbaik ke-7 di dunia. Tapi ada syaratnya yaitu memiliki 113 juta pekerja berkeahlian.

"Saat ini kita baru punya 50-55 juta pekerja skill. Kalau dirata-ratakan berarti kita butuh pertambahan 4 juta pekerja skill per tahun, baik melalui skema pendidikan formal maupun pelatihan non formal. Ini jadi tantangan besar bagi Indonesia," ujarnya.

BLK Batam dibangun Kementerian Tenaga Kerja pada tahun 1999 dengan menggunakan dana iuran wajib pendidikan latihan (IWPL). Dana ini diperoleh dari iuran tenaga kerja asing yang bekerja di Batam.

Menteri PAN-RB, Asman Abnur yang merupakan politisi asal Kepulauan Riau merasa terbebani dengan kondisi BLK yang seperti sekarang ini. Oleh karena itu ia mengundang Menteri Tenaga Kerja untuk melihat kondisi BLK.

"Kebetulan BLK ini lama menganggur. Saya merasa ada beban BLK seperti ini. Kita berharap BLK ini bisa mencetak tenaga kerja yang berkompeten seperti yang dikatakan Menteri Tenaga Kerja," kata Asman (MCB)
Share this post :

Facebook Comments