Home » » Funtasy Island Pecat Puluhan Buruh, Pemko Batam Tutup Mata

Funtasy Island Pecat Puluhan Buruh, Pemko Batam Tutup Mata

Di Edit oleh admint dan BERITA BURUH | Rabu, 27 Januari 2016

Puluhan security mendatangi kantor Disnaker untuk mempertanyakan surat anjuran,Rabu(27/1) pagi tadi, Foto gordon.

Batam,Buruhtoday.com - Ketua DPC K-SPSI Kota Batam, Setia Putra Tarigan minta Pemerintah melalui Dinas Tenaga Kerja Batam menindak tegas PT Batam Island Marina terkait PHK sepihak yang dialami 10 security.

"Disnaker harus tindak tegas PT BIM, karena pihak perusahaan itu sudah tidak menghargai pemerintah melalui surat panggilan untuk mediasi tripartit. Dan perusahaan juga telah membuat nasib 10 security menjadi terkatung-katung." kata Tarigan, Rabu(27/1/2015) di kantor Disnaker Batam

Menurut Tarigan, Disnaker melalui bidang pengawas harus melakukan sidak langsung keperusahaan untuk memastikan pelanggaran-pelanggaran atas laporan pekerja kepada hubinsyaker.

"Seharusnya hubinsyaker dan pengawas saling kordinasi agar dilakukan sidak ke perusahaan, selama ini hal itu tidak pernah dilakukan, Ada apa dengan Disnaker Batam.?" tegas Tarigan.

PT Batam Island Marina(BIM) adalah milik mega wisata Funtasy Island di pulau Manis,Belakangpadang. Perusahaan tersebut awalnya merekrut puluhan pekerja security dari PT Mitra Produktif Indonesia untuk dipekerjakan di kawasan proyek.

Setelah berjalan tiga bulan, managemen PT BIM melalui Hr Managernya, Viky Satria Putra tiba-tiba mengambil alih puluhan security dari PT Mitra.

Salah satu security berinisial MM mengatakan, managemen PT BIM sama sekali tidak ada etikad baik untuk menyelesaikan permasalahan PHK sepihak yang dialaminya bersama rekan-rekannya.

"Perusahaan tidak pernah menanggapi surat bipartit maupun tripartit yang kami kirim Bang. Perusahaan sepertinya ada yang bekingi, buktinya Disnaker saja tidak direspon." ujarnya.

Ia juga menjelaskan, selama 3 bulan bekerja, mereka menerima gaji masih dari PT Mitra, namun bulan berikutnya langsung dari PT BIM. Bahkan mereka juga dipekerjakan selama 24 jam, dan apabila hari libur atau hari besar PT BIM tidak pernah membayarnya.

"Saat itu kami heran Bang, tiba-tiba kami menerima gaji dari PT BIM bukan lagi dari PT Mitra. Itu pun tanpa ada slip gajinya, dan kelebihan jam kerja juga tidak pernah dihitung perusahaan." pungkasnya.

red/gordon.
Share this post :

Facebook Comments