Home » » Yandi SG Membantah Keterangan Dirut PT Brent Ventura

Yandi SG Membantah Keterangan Dirut PT Brent Ventura

Di Edit oleh admint dan BERITA BURUH | Rabu, 26 Agustus 2015

Batam,Buruhtoday.com -  Sidang kasus dugaan penipuan atau penggelapan PT Brent Securities kembali digelar dengan mendengarkan 4 saksi yang dihadirkan diruang sidang utama Pengadilan Negeri Batam, Rabu(26/8/2015) siang di ruang sidang utama Pengadilan Negeri Batam.

Jaksa Penuntut Umum(JPU) Ridho Setiawan didampingi Bani Ginting dan Jhon kembali mendatangkan 4 orang saksi yakni Cally Alexandra(Marketing PT Brent Secuirities), Juita Nuryasari(Dirut PT Brent Ventura), Jamaludin(Bank BCA Batam) dan Yakub Sucipto (saksi pelapor) di persidangan.

Persidangan yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Syahrial Harahap didampingi Alfian dan Juli Handayani selaku Hakim Anggota ini sendiri sempat berjalan alot saat mendengarkan keterangan dari Juita Nuryasari selaku Dirut PT Brent Ventura(anak perusahaan PT Brent Securities).

Ketua Majelis Hakim beberapa kali sempat mengingatkan saksi Juita agar tidak emosi di ruang persidangan.

“Saksi, tolong tahan emosi,” tegas Syahrial

Memanasnya situasi dipersidangan ini berawal saat Hermanto Barus selaku penasehat hukum terdakwa menanyakan tentang surat kuasa tanggal 15 April 2014 dan surat perjanjian tanggal 16 Mei 2014 antara PT Brent Ventura dengan 27 nasabah yang dikuasakan kepada Randy.

Dalam surat perjanjian tanggal 16 Mei 2014 tersebut, terdakwa bertindak untuk dan atas nama saksi Juita berdasarkan surat kuasa dibawah tangan tanggal 15 April 2014.

“Saya tidak tahu perjanjian tanggal 16 Mei, saya mengetahui perjanjian itu setelah diperlihatkan penyidik,” ujar saksi Juita.

Juita juga mengatakan bahwa surat kuasa tanggal 15 April 2014 bukan untuk membuat surat perjanjian dengan nasabah tanggal 16 Mei tersebut.

Menurutnya saat menjabat sebagai Direktur Utama di PT Brent Ventura, tidak pernah melakukan rapat. Ia juga mengaku tidak mengetahui Undang-undang Perseroan Terbatas.

Menjawab pertanyaan Hakim Alfian, yang menanyakan hubungan PT Brent Securities dengan PT Brent Ventura terkait penghimpunan dana di masyarakat, Juita mengaku PT Brent Ventura seolah-olah yang menghimpun dana.

“Brent Ventura abal-abal,” jelasnya.

Ketika ditanyakan soal 4 lembar cek yang dikeluarkan PT Brent Ventura, Juita mengaku tidak tahu menahu.

“Saya tidak tahu soal cek itu. Yang berikan ke nasabah juga saya tidak tahu,” jelasnya.

Terdakwa Yandi yang mendapat giliran bertanya kepada saksi Juita langsung mempertanyakan soal Surat Keputusan Kementerian Hukum dan HAM(Kemenkumham) terkait jabatan saksi sebagai Direktur Utama di PT Brent Ventura.

“Apakah saudara saksi tahu ada SK Menkumham terkait jabatan Direktur Utama di Brent Ventura? tanya terdakwa kemudian dijawab YA oleh saksi Juita.

Yandi juga menanyakan kepada saksi Juita apakah mengetahui alasan saksi diberhentikan tidak hormat dari PT Brent Ventura.

Ketika ditanyakan Majelis Hakim terkait tanggapan terdakwa atas keterangan saksi Juita di persidangan, Handy mengaku keterangan saksi Juita ada yang benar dan ada yang salah.

“60 persen keterangan saksi salah yang mulia! PT Brent Ventura tidak benar hanya simbol,” ujar terdakwa.

Atas tanggapan terdakwa tersebut, Majelis Hakim menanyakan kepada saksi apakah masih tetap pada keterangan semula atau merubah keterangan.

“Tetap pak Hakim,” ujar saksi.

Seusai mendengarkan keterangan dari 4 saksi dipersidangan, Majelis Hakim kemudian menunda sidang hingga hari Senin tanggal 31 Agustus 2015 dengan agenda mendengarkan keterangan saksi ahli. (red/Amok).
Share this post :

Facebook Comments