Home » » Mafia Ayam Potong Diduga "Permainkan" Peternak

Mafia Ayam Potong Diduga "Permainkan" Peternak

Di Edit oleh admint dan BERITA BURUH | Minggu, 26 Juli 2015

Batam,Buruhtoday.com - Bagi masyarakat khususnya kota Batam sebaik-baiknya harus lebih berhati-hati dalam mengonsumsi ayam broiler (potong) yang satiap hari beredar dipasaran. Seperti diberitakan sebelumnya daging ayam broiler yang berdedar dipasaran belum tentu layak konsusmi, karena usia ayam yang dipanen masih berumur 18 hari dan kurang dari 24 hari untuk layak dipotong atau masih dibawah pengaruh antibiotik yang sangat berbahaya untuk kesehatan manusia.

Ternyata peternak ayam broiler (potong) ini  diduga diperbudak oleh pengusaha besar yang merupakan menjadi broker bagi para peternak ayam broker di Batam.

Dalam menguak praktek jahat para mafia atau broker ayam broiler (potong) di Batam ini, Tim Amok Group kembali menggali informasi dari salah satu buruh peternak ayam plasma dan mandiri yang ada wilayah Tanjung Piayu bernama Maslan, Sabtu(25/7/2015) siang.
Buruh peternak ini mengaku sudah beternak ayam plasma dan mandiri di Batam sejak tahun 1999 hingga saat ini dengan cara beternak yang benar.

Untuk beternak ayam broiler (potong) ini, ia awalnya membeli bibit ayam brolier atau doc dari perusahaan penyedia bibit ayam broiler saat berumur 1 hari. Setelah bibit ayam dibawa ke kandang kemudian langsung diberikan vaksin antibiotik dengan cara diteteskan.

Setelah diberikan vaksin, bibit ayam broiler (potong) tersebut kemudian dikasih pakan yang juga dibeli dari perusahaan yang sama saat membeli bibit ayam potong.

“Kita baru bisa panen saat ayam itu sudah berumur 22 sampai 24 hari,” jelasnya.

Ia juga mengatakan bahwa hasil panen ayam-ayam tersebut dijual ke perusahaan yang sama saat membeli bibit dan pakan.

“Kebanyakan para peternak ayam di Batam, dikasih modal sama perusahaan penyedia bibit,” ujarnya.

Ketika disinggung mengenai banyaknya peternak ayam potong yang menjual ayam sebelum waktunya, pria setengah baya asal Jawa Timur ini membenarkan hal tersebut.

Ia mengungkapkan hal itu merupakan permainan para mafia ayam potong yang selama ini menguasai pemasaran ayam potong di Batam.

“Beberapa peternak nekat menjual ayam yang belum waktunya dipanen karena tergiur dengan keuntungan yang ditawarkan para broker,” jelasnya.

Ia mengaku sangat dirugikan dengan keberadaan mafia ayam potong di Batam yang berani memanen ayam sebelum waktunya. Padahal hal tersebut sangat berbahaya untuk dikonsumsi.

“Sekarang bisnis kami hancur pak, karena mafia ayam menguasai pemasaran ayam di Batam. Mereka seenaknya mengatur harga ayam di Batam. Kalau kita panennya lagi banyak, harga mereka turunkan. Setelah kita hancur begini, harga mereka naikkan seenaknya,” ujarnya kesal.

Diberitakan sebelumnya Daging ayam memang sudah menjadi kebutuhan pokok bagi masyarakat kota Batam, Sehingga kebutuhan pasar untuk daging ayam broiler (potong) mencapai 4,5 ton per harinya. Namun diduga daging ayam broiler yang sering dipasarkan tersebut dipanen sebelum waktunya. 

Salah satu peternak ayam Broiler di wilayah Tanjung Piayu berinisial A yang juga anggota Asosiasi Ayam Broiler Kota Batam  mengatakan bahwa perusahaan breeding (Pengeraman, Penetasan, Pembesaran) yang ada di Kota Batam diragukan keabsahan izin operasionalnya, dan bahkan melakukan pemanenan ayam broiler sebelum waktunya kerap dilakukan para pengusaha untuk memenuhi kebutuhan pasar.

"Untuk perizinan usaha breeling (Pengeraman,Penetasan,Pembesaran) semua di kota Batam diragukan keabsahannya." kata A' beberapa waktu lalu dirumah salah satu tokoh masyarakat Jawa Timur di Tanjung Piayu.

Menurut Dia, untuk ayam broiler yang ada dikandang peternak tersebut pada umumnya dibesarkan dengan cara memberi antibiotik dan vitamin agar ayam-ayam tersebut dapat tumbuh besar dalam waktu cepat. Meskipun begitu, pemakaian antibiotik dan vitamin perangsang ini harus dalam waktu tertentu, karena produk anti biotik dan vitamin untuk ayam sudah aman di panen memasuki usia 24 hari.

"Bayangkan saja pak, Ada juga para pengusaha breeding yang berani memanen ayam dalam usia 18-20 hari, sedangkan aturannya sudah jelas diatas 24 hari." ucapnya.

Lanjutnya lagi, bahwa usia ayam 18-20 hari tersebut masih sangat berbahaya dikonsumsi masyarkat, karena daging ayam tersebut masih mengandung antibiotik dan vitamin perangsang pembesaran.

"Bayangkan jika daging ayam dalam kondisi itu di panen dan dikonsumsi masyarakat Batam. tentu berbahaya." jelasnya.

Sedangkan ciri - ciri ayam yang masih mengandung antibiotik dan vitamin ini adalah ukurannya yang lebih kecil di banding dengan ukuran ayam biasa pada umumnya.

Dan untuk daging ayam dengan ukuran lebih kecil ini kadang biasa di sebut dengan ayam pop. Jika hal tersebut benar, maka bahaya besar mengancam masyarakat kota Batam karena sudah terbiasa mengkonsumsi ayam broiler sebagai makanan sehari - hari.
(red/Tim AMOK)
Share this post :

Facebook Comments