Home » » Kasus Penganiayaan dan Penyekapan 3 Buruh Bangunan Rusunawa Batamindo Jalan di Tempat

Kasus Penganiayaan dan Penyekapan 3 Buruh Bangunan Rusunawa Batamindo Jalan di Tempat

Di Edit oleh admint dan BERITA BURUH | Sabtu, 25 April 2015

Batam,Buruhtoday.com - Kasus penganiayaan dan penyekapan 3 buruh proyek bangunan Rusunawa yang dilakukan managemen  PT Mextron Eka Persada yang telah dilaporkan ke Polsek Sungai Beduk pada tanggal 18/4/2015 lalu diduga tidak ditindak lanjuti pihak Kepolisian.   

Selama 7 hari setelah laporan dilakukan 3 buruh bangunan ini di Polsek Sungai Beduk,Tanjungpiayu,baru dua korban saja yang dilakukan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) oleh penyidik, yakni HS dan MS, semenntara korban lainnya yakni SJ belum ada pemanggilan untuk diperiksa.
 
Salah satu keluarga korban yakni Paman SJ, P Simbolon kepada Amokgroup mengaku sangat kecewa dengan penanganan kasus penganiayaan dan penyekapan di PT Mextron yang telah dilaporkan di Polsek Sungai Beduk,Tanjungpiayu.

“Sampai saat ini SJ belum pernah diperiksa oleh penyidik. Kami juga tidak tahu apakah para pelaku telah dipanggil penyidik di Polsek Sungai Beduk,” kata Simbolon kemarin dirumahnya Kampung Becek,Sagulung(24/4/2015).

Ia berharap dalam penanganan kasus ini, Kepolisian bekerja secara profesional dan segera memanggil para pelaku penganiayaan dan penyekapan di PT Mextron.

“Kami minta para pelaku segera ditangkap,” tegasnya.

Berdasarkan informasi yang diperoleh dilapangan, staf PT Mextron Eka Persada yang ada di Batam menghilang sejak adanya laporan polisi di Polsek Sungai Beduk.

Nanang, selaku pimpinan proyek PT Mextron di Batam justru telah menghilang saat terjadinya peristiwa penganiayaan dan penyekapan tiga orang pekerjanya tersebut. (red/Amok)
Share this post :

Facebook Comments