Home » , , , » Seluruh Buruh Di Indoensia Menolak Kenaikan Harga BBM

Seluruh Buruh Di Indoensia Menolak Kenaikan Harga BBM

Di Edit oleh admint dan BERITA BURUH | Rabu, 19 November 2014

Jakarta,Buruhtoday.com -  Seluruh Buruh diseluruh Indonesia menyatakan penolakan atas kenaikan harga BBM yang telah diumumkan oleh pemerintah pada Senin (17/11).

 Menurut Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) ada sedikitnya 86 juta orang pengguna sepeda motor termasuk kaum buruh menggantungkan nasibnya dari subsidi harga BBM,

 “Jadi tidak benar kalau subsidi harga BBM hanya dinikmati oleh orang kaya saja,” kata Presiden KSPI Said Iqbal di Jakarta, Selasa [18/11].

Menurut dia, kenaikkan harga BBM sebesar Rp 2000,- per liter akan mengakibatkan daya beli buruh turun 50 persen khususnya peningkatan biaya hidup sewa rumah,ongkos transportasi,biaya makanan dan biaya keperluan lainnya. "Sedangkan pengusaha, dengan kenaikan harga BBM justru mendapatkan dua keuntungan dan tidak ada kerugian sama sekali," katanya

Keuntungan tersebut menurut dia yakni, dari pengurangan subsidi BBM ini mereka mendapatkan keuntungan Infrastruktur. Kedua, profit pengusaha tidak berkurang karena mereka menaikkan harga jual barang.

Dia mengatakan sungguh aneh dikala harga minyak dunia sedang turun menjadi $80//barel tetapi harga BBM di Indonesia justru malah dinaikan padahal APBN 2014/2015 gunakan $105/barel untuk subsidi BBM "Berarti kelebihan dana subsidi, sebagai contoh sekarang harga premium di Amerika Rp 8 300/liter, tetapi di Indonesia Rp 8 500/liter," katanya.

Sementara menurut dia, kartu KIS,KIP,KKS, tidak ada hubungannya dengan pengalihan subsidi BBM karena kartu - kartu tersebut menggunakan anggaran lama yang dulu bernama JKN,BSM,KPS dan tidak ada satupun buruh yang menerima kartu - kartu tersebut bahkan buruh ikut membayar untuk JKN/KIS.

Hal ini diperparah dengan nilai kenaikan Upah Minimum (UMP/UMK) yang sangat kecil seperti UMP DKI Jakarta yang hanya Rp 2,7 juta, sehingga kenaikan UMP ini menjadi sia- sia dengan kenaikan harga BBM.

"Untuk itulah, buruh akan mempersiapkan aksi besar- besaran di 20 propinsi dan 150 kabupaten/kota untuk menolak kenaikan harga BBM tersebut dan meminta seluruh Gubernur untuk merubah ulang nilai UMP/UMK lebih tinggi lagi dengan dampak kenaikan harga BBM ini," jelasnya. (sumber Berita sore).
Share this post :

Facebook Comments