Keluarga Almarhum Karyawan PT Pratama Widya Batam Tuntut Santunan Kematian dan Pesangon - BURUH TODAY

Breaking

BURUH TODAY

www.buruhtoday.com

Post Top Ad

Sabtu, 28 September 2019

Keluarga Almarhum Karyawan PT Pratama Widya Batam Tuntut Santunan Kematian dan Pesangon

BATAM - Manajemen PT Pratama Widya Batam di duga tidak mendaftarkan karyawannya ke BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan hingga meninggal dunia. Pasalnya, pihak keluarga melaporkan perusahaan tersebut karena tidak mau membayarkan satunan kematian dan uang pesangon almarhum karyawan tersebut.

Diketahui Almarhuml beri MT, warga Batu Batam RT/RW 06/05 Kelurahan Baloi, Kecamatan Lubuk Baja.

Ironisnya, di saat almarhum masih kondisi sakit. istri almarhum pernah meminta bantuan terkait biaya karena pihak perusahaan tidak mendaftarkan almarhum ke BPJS Kesehatan. Akan tetapi, salah satu petugas security perusahaan tidak mengizinkan sang istri korban untuk masuk kedalam perusahaan menemui pihak manajemen.

Selain itu, perusahaan itu juga disinyalir melanggar Surat Keputusan (SK) Gubernur Kepri terkait Upah Minimum Kota (UMK), yang mana pengakuan kelaurga almarhum mengaku bahwa selama almarhum MT bekerja pihak perusahaan hanya membayarkan upah dibawah UMK Batam. Hal inilah yang membuat pihak keluarga mengadu dan menuntut ke Disnaker kota Batam.

"Sebelum MT meninggal, Dia sempat di rawat inap di salah satu Rumah Sakit di kota Batam. Lalu, pihak rumah sakit menganjurkan agar Almarhum dirujuk ke rumah sakit Adam Malik Sumatera Utara, Medan. Istri almarhum juga pernah mendatangi ke perusahan untuk meminta bantuan biaya, tapi tidak dikasih masuk sama security.," Ungkap H, salah satu pihak keluarga pada media ini.

Ia juga menceritakan, bahwa pihak perusahaan menganggap almarhum mengundurkan diri saat masih dirawat karena sakit. "Upah almarhum juga dibawah UMK bang, dan kerjanya 24 jam. Kalau Sabtu dan Minggu tidak pernah dihitung, bahkan untuk lemburnya juga diberi hanya Rp 5000/jam nya," tuturnya.

Sementara itu, manajemen perusahaan saat di sambangi ke lokasi perusahaan yang beralamat di Komplek Era Century Park, blok D No.2, Batam Center melalui petugas security menyebutkan bahwa untuk bertemu pihak manajemen harus membuat janji terlebih dahulu.

"Mohon maaf ni pak, kalau saya tidak bisa mengizinkan bapak masuk. Karena bapak belum buat janji dan pihak manajemen pun lagi tidak ada dikantor pak." ujar security itu. Sabtu (28/9/2019) pagi tadi.

Sementara itu, pihak BPJS Ketenagakerjaan yang beralamat di Tiban Impian, Sekupang, Batam mengakui bahwa almarhum tidak didaftarkan manajemen perusahaan menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.

"Benar bang, kalau korban berinisial MT ini tidak ada di daftarkan pihak perusahaan ke BPJS Ketenagakerjaan,' ungkap salah satu pegawai BPJS Ketenagakarjaan.

Pantauan Buruhtoday.com selama beberapa pekan ini, papan pengumuman mediasi Disnaker kota Batam sudah pernah memajangkan nama PT Pratama Widya sebanyak 3 kali untuk dilakukan mediasi.

Dan kedua pihak baik manajemen PT Pratama Widya dan kelaurga almarhum belum menemui titik temu untuk berdamai yakni pada tanggal 26/8/2019 sidang mediasi I, tanggal 11/9/2019 sidang mediasi II,  tanggal (24/9/2019 sidang mediasi ke III.

Dan menurut informasi di lapangan menyebutkan, almarhum sebelumnya mengidap lever (Hepatitis B Kronis). Dan hal itulah yang mengakibatkan almarhum meninggal dunia.

Editor redaksi
Liputan Doli Siagian.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar